Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Indonesia siapa yang punya?

Pengorbanan Islam utk Pancasila dan Kebhinekaan. *INDONESIA SIAPA PUNYA?* Oleh : Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.  Siapa sesungguhnya pemilik Indonesia? Di negeri ini, tentu tak satu pihak mana pun berhak menepuk dada sebagai paling berdarah Merah Putih. Mengklaim diri sebagai pewaris dan penjaga utama Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 1945. Indonesia milik semua untuk semua. Sangat gegabah jika ada orang menyatakan, bahwa Indonesia belum teruji kebhinekaannya jika minoritas belum menjadi seorang Presiden. Lebih-lebih ketika ujaran itu diungkapkan dengan nada angkuh, seolah ukuran keindonesiaan ialah kedigdayaan diri dalam singgasana kuasa. Sebuah kesombongan yang dapat menjadi duri tajam di tubuh negeri ini. Manakala ada segelintir orang ingin menguasai Indonesia dengan hasrat kuasa berlebih. Ingatlah pesan Bung Karno, "Negara Republik Indonesia ini bukan milik suatu golongan, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-i...

Pahlawan

Gambar
Pasukan Panglima besar jendral sudirman. Ramanda Moeslimin.... Sakit pun pakai seragam HW.... Beliau berkata: Yang " _membesarkan_ " Muhammadiyah itu HW, kata Beliau dg tegas. Muhammadiyah lahir 1912, HW lahir 1918. HW-lah yg mengawal Muhammadiyah. Sampai sekarang. Ingat yg dikatakan Soedirman ketika bertemu Soekarno. Waktu itu, Jogja sbg ibu kota negara trancam serangan Agresi militer Belanda. "Dirman, kau pergilah dulu ( _sembunyi_ ,). Sembuhkan sakitmu dulu...," perintah Soekarno. "Tidak, Bung. Soedirman boleh sakit. Tapi Panglima Besar tidak boleh sakit," jawab Soedirman tegas. Ramanda Moeslimin melanjutkan, " saya boleh sakit, siapapun bisa sakit. Tapi HW tidak boleh sakit..." Lalu beliau menyanyikan Himne HW... Membakar semangat kami. #RS Graha Amerta Surabaya. # Semangat Pagi