Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Kenangan

Jalan Depan kost malam Jalan Depan kost mu Ku datang dan menunggu Seorang bidadari merajai hati Tentangnya Tak pernah Sirna Meski ribuan gadis datang menyapa Kau turun membuka pintu kostmu Entah Bagaimana pintu hatimu Senyum merekah di bibir yg merah Pengobat rindu hati nan resah Ku sambut tanganmu yang lembut Malam Ini sikapmu begitu lembut  Harum aroma perfume Tak hilang  Hingga ku pulang Masih terbayang Antok Janaka Surakarta, 24 mei 2017

Tak perlu risau

Aku yang berserah Aku yang berserah atas Ridho Mu Ku pastikan ini bukan putus asa Aku berdoa'a memohon Aku berikhtiar sepenuh jiwa raga Jika Engkau Ridho  Tak siapapun akan memberi batas Aku yang berserah kepada Mu Tuntunlah aku selalu di jalan Mu  Ya Allah. Surakarta, 17 ramadan 1438 H Rinanto

Jawaban segala risau

Karena apa Engkau bertemu Karena Apa Engkau Bertemu Jika Engkau bertemu karena Allah Berpisahlah Engkau karena Allah  Jika Engkau bertemu karena dunia Maka Engkau akan kecewa karenanya Dunia dan kehidupan Diciptakan atas keadilan Allah Ada siang ada malam Ada bahagia ada sedih Ketawa dan air mata tak ubahnya Jangan disesalkan Jangan larut dalam kecewa Lihatlah.... Allah masih bersamamu Menangis cukup sekadarnya Kecewa tak boleh nelangsa Bersyukurlah agar diberkati Percayalah... Allah akan mengabulkan do'a kita.  Jogjakarta, 16 Ramadan 1438 H Rinanto

Istri dadakan

Istri Dadakan KH. Ali Yahya Lasem terkenal tampan, berbadan tegap dan atletis. Bila sarung, sorban, dan kopiahnya dibuka beliau mirip bule Eropa, Amerika atau Australia. Tak heran kalau banyak wanita terpesona. Suatu hari beliau ada undangan mengisi pengajian di Jepara, saat di perjalanan mobil yang beliau tumpangi berhenti di sebuah lampu merah. Saat itu beliau duduk di samping sopir dengan melepas sorban dan kopiah yang dipakainya. Tiba-tiba seorang wanita muda, menor, dan seksi menghampirinya. Wanita penghibur itu mengira bila lelaki gagah dalam mobil adalah turis banyak duit yang sedang mencari kesenangan di Indonesia. “Malam, Om.” “Malam.” “Ikut dong, Om. Boleh, ya?” “Oh, boleh, boleh. Silakan masuk.” Wanita muda itu bergegas masuk mobil. Pintu ditutup dan mobil mulai jalan. “Mau ke mana, Om? Butuh aku, gak? Aku temenin sampai pagi ya, Om?” Sambil pakai lagi kopiah dan sorban Kiyai Ali santai menjawab, “Oo,...