Siapa permata hatiku Begitu lama aku berfikir Penuh sudah benak ini akan rasa Sebenarnya aku ingin menyunting mawar itu Tapi aku takut durinya menusuk jantungku Bak permata yang indah berkilau Serasa hati ingin memilikinya Tapi permata itu berdarah Aku tak mau emak jadi korbanya Seperti apa bunga yang ingin aku petik Seperti pohon yang rindang, Menyejukkan siapa ada dibawahnya Seperti itu kiranya hati yang emak inginkan Ya Allah…! Aku takut jika yang aku dapat adalah katus Dia siap melukai siapa yang tengah menyentuhnya Ya Allah…! Semoga engkau menunjukkan siapa permata hatiku Rinanto Surakarta , 21 September 2009 Sajak-sajak mesteri Seuntai kata saat kita jumpa Setitik rasapun hadir dijiwa Tiada sajak yang mampu mengungkap Hanya pandangan memaksa menguraikan Sekilas harapan saat itu menjelma Namun kemudian lenyap karena senjapun tib...